Erupsi 270 Kali Sehari, Dua Bandara di NTT Ditutup

Rabu, 16 September 2026 | 18:59:02 WIB
Gunung Ili Lewotolok di Lembata, NTT, teramati erupsi dengan lontaran material pijar pada Selasa (15/9).

INFOTUNTAS.COM — Gunung Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, tercatat 270 kali letusan dalam sehari, Selasa (15/9). Sebaran abu vulkanik memaksa Bandara Wunopito Lembata dan Bandara Gewayantana Larantuka tetap tutup sejak 1 September, memutus akses udara warga di dua kabupaten.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Ili Lewotolok, Nanda Pramtriwans Joshua Game, menyatakan letusan berlangsung terus-menerus sejak pukul 00.00 hingga 24.00 WITA. Kolom asap teramati setinggi 100-200 meter dengan warna putih hingga kelabu.

Material pijar tampak jelas di langit malam. Cuaca saat pemantauan cerah hingga berawan, suhu berkisar 24-32 derajat Celsius, dan angin bertiup lemah hingga sedang ke arah Barat Daya serta Barat.

Rekaman Kegempaan Selama Periode Letusan

Selain 270 letusan, kegempaan vulkanik mencatat 127 kali embusan, dua kali guguran, tiga kali tremor nonharmonik, lima kali gempa vulkanik hybrid dan dangkal, serta satu kali gempa tektonik jauh. Status gunung tetap di level II atau waspada.

"Teramati 270 kali letusan disertai lontaran material pijar serta dentuman dengan intensitas lemah hingga sedang. Saat erupsi, gunung tampak jelas hingga berkabut, dengan asap bertekanan lemah berwarna putih," ujar Nanda dalam keterangan tertulis yang diterima CNNIndonesia.com, Rabu (16/9).

Bandara Wunopito Tutup Sejak 1 September

Kepala Bandara Wunopito Lembata, Sudarmana, mengonfirmasi aktivitas penerbangan dihentikan sejak 1 September. Hingga kini belum ada tanda bandara akan dibuka kembali.

"Dampak erupsi Ili Lewotolok, pelayanan di bandara sudah tutup mulai 1 September. Sampai saat ini belum ada penerbangan. Kami mengimbau pengguna jasa terus memperbarui informasi resmi dari maskapai maupun pihak bandara," jelas Sudarmana.

Sebaran abu mengarah ke Barat dan Barat Daya, tepat ke ruang udara di sekitar bandara. Arah angin itu membuat abu vulkanik bertahan di jalur penerbangan dan menghambat proses pembersihan.

Gewayantana Larantuka Evaluasi Status Harian

Dampak erupsi menjalar ke Kabupaten Flores Timur. Kepala Kantor UPBU Kelas III Gewayantana Larantuka, Puguh Lukito, menyatakan sebaran abu turut menutupi ruang udara di wilayahnya. Keputusan pembukaan kembali akan dievaluasi setiap hari.

"Menyesuaikan data ASHTAM Lewotolok, jika besok pagi abu masih menutupi ruang udara Larantuka, status tetap closed. Calon penumpang diimbau terus berkomunikasi dengan maskapai terkait jadwal," tegas Puguh.

Penutupan Bandara Gewayantana telah berdampak pada 62 penumpang untuk rute Larantuka-Kupang maupun sebaliknya.

Radius Aman dan Imbauan bagi Warga

PVMBG mengingatkan masyarakat dan pengunjung untuk tetap waspada. Warga dilarang beraktivitas dalam radius 2 kilometer dari kawah serta 3 kilometer di sektor Selatan dan Tenggara.

Potensi guguran lava, longsoran, dan awan panas perlu diwaspadai di sektor Selatan, Tenggara, Barat, serta Timur Laut. Warga diminta menggunakan masker dan pelindung mata serta kulit, dan menutup rapat tempat penampungan air bersih agar terhindar dari kontaminasi abu.

Pemantauan berlangsung terus-menerus. Pembukaan kembali kedua bandara bergantung sepenuhnya pada penurunan aktivitas vulkanik dan pembersihan ruang udara dari sebaran abu vulkanik.

Tags

Terkini